Ada 3 orang tukang bangunan yang sedang bekerja. Tukang
pertama ditanya, "Apa yang sedang Anda kerjakan?" Ia menjawab,
"Saya sedang menyusun batu bata. Batu bata yang satu disusun di atas batu
bata lainnya."
Tukang bangunan kedua ditanya dengan pertanyaan yang sama.
Ia menjawab, "Saya sedang membuat dinding. Setelah dinding ini selesai,
saya akan membuat dinding lain di sebelahnya. Untuk itulah sekarang saya perlu
menyusun bata demi bata."
Tukang bangunan ketiga pun ditanya. Ia menjawab, "Saya
sedang membangun sebuah gedung. Gedung ini terdiri atas beberapa lantai. Setiap
lantai berisi beberapa ruangan dengan fungsi beraneka. Gedung ini akan
ditempati orang-orang yang akan menyusun rencana besar, menjalankan program
strategis yang bermanfaat bagi orang banyak, dan menjadi bagian penting dalam
pembangunan peradaban. Untuk itulah sekarang saya perlu menyusun bata demi
bata."
Secara teknis, yang dilakukan oleh ketiga tukang bangunan
itu sama, yaitu menyusun bata demi bata. Tetapi ditinjau dari visi, kita bisa menilai
tukang ketiga memiliki visi besar. Ia sudah tahu arah yang dituju, bisa
menjelaskan arah, dan bergerak ke arah tersebut.
Jika batu bata itu adalah materi pelajaran di sekolah,
mungkin pertanyaan serupa bisa diajukan ke pelajar, "Apa yang sedang Anda
lakukan?" Jawaban seperti apa yang kita harapkan keluar dari mulut
pelajar?
Setiap tahun jutaan pelajar beraktivitas "menyusun batu
bata". Jika ditanyakan pertanyaan di atas, berapa persen yang akan menjawab
"sedang menyusun bata yang satu di atas bata lain"? Berapa banyak
yang akan menjawab "membuat dinding" dan "membangun
gedung"?
Pelajar perlu mengetahui untuk apa ia "menyusun
bata". Gambaran besar mengenai bangunan yang sedang ia kerjakan akan
membantu pelajar menyiapkan pondasi sebaik mungkin agar bangunannya kokoh dan
tidak mudah runtuh hanya karena pondasinya tidak kuat.
Gambar besar bangunan yang menunjukkan berapa lantai dan
ruangan-ruangan yang terdapat di dalamnya juga perlu diketahui pelajar. Dengan
demikian ia memahami, pada saat mengambil batu bata ia akan menggunakannya
untuk membangun ruangan dengan fungsi tertentu di lantai tertentu. Jangan
sampai ia menyusun batu bata tetapi hasilnya adalah kumpulan dinding yang tidak
beraturan dengan fungsi yang tidak jelas.
Gambaran mengenai penerapan materi pelajaran di dunia kerja
perlu diketahui pelajar. Para profesional di dunia kerja adalah orang-orang
yang tepat untuk memberi informasi kepada pelajar mengenai "gedung yang
akan dibangun, termasuk berapa lantai dan ruangan yang diperlukan".
Katakanlah seorang pelajar sudah merencanakan gedung yang
akan ia bangun adalah "gedung" process engineer. Jika ditanyakan
pertanyaan "Apa yang sedang Anda lakukan?", barangkali kita bisa
membayangkan jawabannya sebagai berikut, "Saya sedang menyiapkan pondasi
keilmuan dan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang process
engineer."
"Saya akan menjadi bagian dari tim yang bertanggung
jawab atas pengiriman gas dari pulau Sumatera ke pulau Jawa. Pasokan gas ini
sangat penting utk industri di pulau Jawa. Jika pasokan gas terhenti, kegiatan
industri pun terancam berhenti, dan berpotensi menyebabkan pengangguran dan
merugikan perekonomian nasional."
"Gas mengalir melalui pipa menempuh jarak ratusan km.
Akibat gaya gesek, tekanan gas akan berkurang setelah menempuh jarak yang jauh
ini. Saya akan memastikan tekanan awalnya (titik pemberangkatan di Sumatera)
cukup sedemikian rupa sehingga tekanan akhirnya (titik kedatangan di Jawa)
memenuhi yang dipersyaratkan. Materi Mekanika dan materi Dinamika Fluida akan
membantu saya memahami hal ini."
"Saya akan memastikan integrasi pipa terjaga dengan
baik. Korosi di pipa bisa menyebabkan pipa bocor. Kebocoran pipa bisa
membahayakan keselamatan karena gas yang keluar ke udara berpotensi terbakar.
Materi Elektrokimia, Kimia Karbon, dan Termokimia akan membantu saya memahami
korosi dan pembakaran gas ini."
"Jika tekanan gas perlu diturunkan dari tekanan tinggi
ke tekanan rendah, saya akan menganalisis apakah penurunan temperaturnya besar
sehingga temperatur akhirnya lebih rendah daripada temperatur kamar. Jika ya,
mungkin saya perlu menyediakan nampan di ruas pipa bertemperatur rendah supaya
lingkungan kerja rapi dan tidak basah. Lingkungan basah dapat menyebabkan orang
tergelincir dan berpotensi menimbulkan masalah keselamatan (safety issue).
Nampan digunakan untuk menampung tetesan air dari permukaan luar pipa akibat
uap air di udara mengembun ketika udara kontak dengan permukaan luar pipa.
Persamaan gas ideal di pelajaran Kimia membantu saya memahami fenomena
penurunan temperatur akibat penurunan tekanan ini."
"Untuk itu semua, saya perlu menyiapkan pondasi
kompetensi saya dengan memahami materi pelajaran yang relevan, seperti
lingkaran (Matematika), mekanika dan dinamika fluida (Fisika), persamaan gas
ideal, kimia karbon, termokimia, dan elektrokimia, (Kimia)."